Search This Blog

Showing posts with label interview artist and band. Show all posts
Showing posts with label interview artist and band. Show all posts

Thursday, February 10, 2011

Interview Santai Bareng Caravan Of Anaconda


Caravan Of Anaconda “Tidak Berbisa, Namun Mematikan. Rawwwwrr!!!”

Muda, cute, ugal-ugalan, hobi menelanjangi teman dan lompat dari ketinggan 5 meter dengan sepedah BMX, mereka bukanlah jagonya. Perkenalkan, sekumpulan pemuda tanggung pengangguran dengan aktivitas mereka yang super padat, sepadat musik yang mereka mainkan atau mungkin sepadat buah dada JUPE? What the…? Ok, saya perkenalkan kembali, inlah dia Caravan of Anaconda yang berpeseronilkan Rangga Gumelar, Alyuadi Febryansyah, Trisna Augustian Christanto, dan Yusuf Yadi Surya.
Saya berkesempatan untuk menodong mereka dengan 20 pertanyaan tidak jelas ini namun mereka antusias menjawab. Mereka berbicara panjang lebar sampai mulut mereka berbusa tentang E.P mereka yang berjudul “Kabar Dari Krematorium Kartika”. Ada apa dengan Trisna Augustian Christanto ketika perayaan karnaval 17 Agustusan? Kita simak saja wawancara intim saya bersama para penari ular berikut ini.

Halo Caravan Of Anaconda!!!
Halo brader

Sudah berapa kilogram mushroom dan berapa botol intisari yang kalian konsumsi tadi malam?
3 lusin kain kafan dan 1 STNK truk cepot

Sebelum lanjut, coba kenalkan satu persatu personil COA yang super duper CUTE ini?
Saya Aldead, ini Kutuk, itu yang di sana Iyus.. tah nu eta (nah yang itu, red) Trisqo

Kesibukan kalian selain berprofesi sebagai PSK (Pengangguran Serabutan Kece), apa saja?
Aldead: Gawe, Ngeband, Kuliah, Cewe, Nongkrong, Gagaro bujur
Kutuk: Nyari ichiban, Pengembangbiakan cewe, In de hoi, Kuliah, Santai sore
Qoqo : Backflip, Cewe, Nongkrong, Kuliah, Ngeband, Bertani
Iyus: Gawe, Ke Jakarta, Ngeband, kakaratak mamak

Pernah terpikir untuk membuat kelompok ngaji di masjid mungkin?
Mungkin itu Iyus yah, soalnya sisanya masih kurang agamis. Tapi paling saya mah mau bikin klub pengala ee udel

Pertanyaan ini untuk Aldead, bro! seberapa dekat kamu dengan bangke tikus yang ada di atap rumah kamu itu?
Wuidih, pertanyaan yang berat braa.. Cik bantuan atuh yeuh berat kieu (bantuin dong, berat banget nih. red)

Merasa kehilangan? Sudah dapat pengganti baru?
Kehilangan lumayan. Ga, ga akan diganti mau dibiarkan saja seperti ini :(

Ok, pertanyaan ini lebih serius. Kenapa nama band kalian Caravan of Anaconda? Tampaknya akan lebih catchy tuh kalo nama bandnya Karnaval 17 Agustusan xp
Hehe, ini sih jangan dibahas soalnya kami malu soalnya itu tahun 2005 yang lalu saya sama Kutuk lagi di depan rumah nyanyi-nyanyi lagu emo heubeul ya udah aja akhirnya diputuskan agar namanya rada emotive gituh, kalo namanya Karnaval 17 Agustusan sih kayanya ga deh soalnya si Qoqo trauma dulu pernah busiat di tanggal 17 Agustus

Apa yang menarik dari band dan musik kalian?

Yah muka-muka personilnya yang eyecatching, kalau musik sih gak ada yang menarik paling permainan gitarnya doang yang lainnya mah “FUCK LAH TAI”

Aldead, kapan terakhir kali kamu menelanjangi teman kamu?
Waduh kalau itu sudah lama berapa bulan yang lalu, 3 minggu terakhir saya ditelanjangi sama teman-teman hehe :)

Kalian iri gak sih sama band-band yang di-endorse sama produk-produk kece? Cieee cemburu
Iri atuh, kami mau banget diendorse sama kloting-kloting seperti rollimg, democachino, knal post, distro clothing, dll :(

Kalau ada produk yang ingin mengedorse kalian, produk itu harus seperti apa?
Harus bisa ganjel perut dan udud karena kita hobi nongkrong, ga ngurangin pulsa, harus jaga sikap, sikap lilin. Tapi ga sih yang terpenting mereka harus keren minimal tau Avenged Sevenfold lah dan paling ngga energy drink gitulah biar extreme

Pertanyaan lebih serius. “Kabar Dari Krematorium Kartika”, maksud dari judulnya apa?
Iyus: KDKK ini tidak dimaksudkan pada filosofi tertentu, namun lebih kepada penggambaran/pendeskripsian citra delta waktu penggarapan debut karya coa itu sendiri. Saya mengambil kata “Kabar” dengan alasan bahwa Kabar merupakan suatu materi yang hendak disampaikan dari subject penyampai kabar kepada object penerima kabar. Dalam hal ini Kami secara pribadi berusaha menyampaikan kabar berupa karyanya kepada audience secara umum. Saya berharap bahwa kabar yang Kami sampaikan tersebut menjadi cahaya atau nafas segar sesegar bernafas ketika pagi hari untuk udience pada umumnya dan coa sendiri pada khususnya. Secara spesifik saya belum bisa menerangkan mengenai cahaya seperti apa yang dapat menjadi penerang, sehingga si object dapat merasakan terangnya cahaya sang kabar, namun itu bisa terjawab ketika audience telah mengkonsumsi hidangan karya atau kabar yang telah Kami masak. Namun untuk menyampaikan kabar tersebut ternyata dirasa sulit, karena banyak hal-hal di luar jangkauan Kami yang harus dilakukan atau dihadapi sehingga target penggarapan kabar atau karya ini terpaksa mengalami pergeseran target proklamasi. Dalam kondisi tersebut saya berusaha menggambarkan bahwa kabar yang hendak disampaikan itu mengalami keadaan stuck, ambigu, hopeless, totally dropped, atau sama halnya sesuatu yang dianggap mati khususnya seperti kondisi suatu jasad yang bermukim di dalam ruang kremasi. Alhamdulilah atas kesabaran dan kerja keras Kami dan rekan-rekan, bangkai kabar yang telah bermukim dalam ruang kremasi tersebut dapat diambil dan dikeluarkan kembali dari ruang itu untuk ditiupkan nyawa dan ruhnya. Sehingga kini Kami mempersembahkan Kabar Dari Krematorium Kartika untuk audience yang penasaran dengan sajian busuk yang coba Kami buat selama kurun waktu 5 tahun ini.

Apa yang membuat E.P kalian ini pending cukup lama?
Karena ban dalam selalu bocor dan ada yang mengumbar janji palsu di setiap tahun. Tapi emang kendala paling utama sih ya itu saku kosong melompong

Proses pengerjaannya sendiri seperti apa?
Jalan-jalan ke tempat percetakan, jalan-jalan ke tempat jual case CD, ngepack lots of CD’s, ngerahin semua laptop, begadang, ngopi, ngobrol

Siapa saja orang-orang yang ikut turun membantu kalian dalam proses produksi?
Ramdhan, Angga, Rizal, Asuy, Baratha, Boyeng, Lukita, BDM, Bang Edz, Parto dan Adel

Bagaimana perasaannya setelah E.P ini rilis?
Biasa aja, cuma ngomong 'yes' sekali udah aja

Rencananyan E.P ini akan kalian apakan?
Didiemin sih, paling dibagiin ke keluarga,

Ada semacam trik untuk mendengarkan lagu-lagu yang ada dalam E.P kalian?
Ada, didengerin nya harus sambil batuk  3 kali

Ada pesan-pesan khusus mungkin agar orang-orang untuk mendapatkan E.P kalian?
Pesannya yah beli aja cd kami sok lah bisa nego, cukup comment nanti saya pmin nettnya

Ok, terima kasih selamat bersepeda!!!
Simplakopoy Semblanik nanik Songvfol

Saturday, September 25, 2010

An Interview with Death Before Dishonor


 You did your first show in Indonesia, right? How was it?
I thought the show was great, it was awesome.. it was a lot of people, it was fun. Everybody seemed really into the show and had good time

What do you think about the crowd?
It was awesome! It was like a lot of energy, kids were sing along, jumped around.. It was good, it was like we always heard from other people that had played here that it was real good.. The show was real good

This is the first time you came to Indonesia.. What do you think about Indonesia?
It’s crazy, it’s big, a lot of people.. people are crazy, uhmmm.. motorcycles.. it’s cool, I like it..

And what about the weather here?
Hot!.. It’s very hot. Well, I mean it’s not too hot but it’s pretty hot.. I remembered yesterday before the show it was pretty hot.. the sun.. but it was real human

And about your latest album "Better Ways to Die"..
Well, it was not brand new that came up earlier.. It was the newest album that came up a year ago, and I think it was our greatest record.. I think it was a little different than our other stuff but it was a good combination between hardcore and punk rock, I think it was a lot more catchier.. I like it a lot.. it was a pain in the ass record, but it was awesome!

Do you know anything about hardcore bands in Indonesia?

No, I never heard any of them.. But I heard that they were cool, I got couple of CDs so I’ll check it out soon

So.. Next gig after Indonesia?
Tomorrow we’ll fly back to Perth, Australia.. just for a day ‘cause we just did Australian Tour before this, and then we’ll go back to the US.. Yes, tomorrow will be the last day of the tour..

Any suggestions for the hardcore kids in Indonesia?
Just work hard and have fun.. Hardcore should be fun, you know what I mean..

5 bands you recommend?
Agnostic Front
Terror
Breakdown
Strife
Ten Yard Fight

Your iPod playlist on your way to Indonesia from Singapore??
Hmmm.. I watched movies.. I watched True Blood TV show.. others maybe Social Distortion, Bob Marley, Bright Eyes, Judas Priest..

Last words?
Get us the Mc Donalds.. hahaha! Thank you very much, I should thank everybody that came to the show.. we had a good time, and we hope to be back soon enough


Anything else?
One more picture, please.. just one more picture



Hahaha! Thanx a lot guys…



[megalauman]
Transcript by Oki

Tuesday, September 21, 2010

An Interview With James Robert Smith From TOKYO Band “Indie-Rock Band from Virginia Beach, VA, USA”


words & Interview. megalauman & s. Asmaraman
photo. myspace.com/tokyomusic & megalauman

Goose is an animal that is always associated with the smell of innovation, Rebirth, and re-creation. Starting from the legend that the ugly duckling transformed into a beautiful swan beautiful lake, even animals swan is a symbol of the royal castle Ludwig II of Bavaria (known as the Swan King), Goose is a synonym of beauty and aesthetic. All this gives reason to all the mysterious creatures contained in the latest TOKYO E.P cover. This is the latest innovation and ideas from the indie-pop band America with their latest EP.Robert Smith (one of the personnel MAE) began writing songs with his brother Felix and Josiah Schlater around the year 2004. They invited their old friend Aaron Lachman and TOKYO band was born. For the past three years running, TOKYO gingerly built, destroyed, and rebuilt with every song that has made since their initial atmospheric creating a unique atmosphere and rhythmic pop sound that was so rhytmic. They also gained a reputation as a band with an energetic live performances, other than that they have successfully produced a demo. TOKYO start enter the recording studio with their best five songs, in the year 2008 March 14 TOKYO  began issuing five-song EP is in the form titled "Swan King" produced and recorded independently in their home in Virginia to them. "Swan King" is now available at iTunes (U.S., Australia / NZ, Canada, UK / EUROPE, Japan) and at other stores like Rhapsody, Napster, Amazon MP3 and Lala. Recently, Tokyo has signed an agreement with Heaven Records from Bandung, Indonesia.James Robert Smith, or more familiarly known by Robert Smith is the frontman of the band origin TOKYO Virginia, United States. He deliberately came to Indonesia by using his own pocket money for some promo TOKYO from album entitled "Swan King". While in the city of Bandung, Robert (friendly greeting him) to do some performances in places like Oh La La café in his show OZ pub on the Water, Paramuda Radio (live interview), a gig at the high school ninth anniversary of Bandung, and his last show in Twank café. When Robert did his show at the High School Nine, Me with my friend (s.asmaraman) get the opportunity to conduct exclusive interviews with James Robert Smith from TOKYO Band, we refer to the following excerpt of our interview. (Thanks to Dado and Panji (Heaven Records) for the opportunity this interview)



What do you think about the show? 
I was kind of nervous, but it was fun. 

You got nervous, really? 
Yeah, I must admit it 

Tell me one word about Bandung! 
Motorcycle. It's everywhere! 

It happened that you just finished touring with MAE, right? 
Yeah, I played keys for them. 

So, the question is, are you really able to write songs on road, I mean on tour? Are you that kind of musician? 
Oh, yea, I see. The fact is that it's very hard when it comes to times, it's very busy on tour, but yeah whenever I had a free time then I'd have my guitar or piano, I'm always writing. I have a recorder like that (sambil menunjuk recorder yang dijadikan alat perekam interview) and I have songs, billion songs in it that are ready to go, ready to be worked in, you know. 

By using the full-stickered acoustic guitar you used just now? Do you bring it everywhere you go? 
Yea, that guitar. I actually play piano, you know. But I also like to play acoustic, so I use guitar, it's easier. The fact is that you can't really carry a piano around (laugh) 

The songs that you just played, were those Tokyo's? 
Yea, there were two songs that I played today that are Tokyo's. The other songs were just like solo. 

Maybe that's why some of them songs you had played sounded really folky, I really liked it. 
Haha, yea. They're kind a folk. 

But Tokyo? 
No, Tokyo is not folk, at all. Which is cool, because when I perform solo, I like to take the original Tokyo's songs and turn them, make them sound different, give it an acoustic-vibe or folk-vibe. 

So, why don't you just try it out? 
What? 

Playing solo? 
Oh. (laugh). Yea, yea.

Like Matt Costa or some else. 
(laugh). I could, I could do it. I mean, I could do a tour like that, doing solo. It's my first time here I'm doing solo, I wish I had the whole band, it had been a real fun, though. 

So, where are they at now? 
They're in America (states), they're home. The reason why I’m here is that, you know, I was on a tour with Mae, it had been about two months, really long tour. 

Where had you been before Indonesia? 
We were all over the America, and then we came to Philippines, Manila. We played show with Katie Perry. Until I found out, maybe two weeks before the show in Philippines, until when I found another thought, "hey, I should just go to Indonesia and play some shows and hangout." and I was like, "let's do it!"
So, I'm here because we (Mae) went to the Philippines. (laughs)
The distance is so close. And I had an opportunity, err, Panji. 

So, Panji (Heaven Records) is the reason? 
(laughs). Yeah. 

Do the other guys notice that you are here now? 
Yea, they do. They're jealous. 

We caught your show last night and there you played “Island in the Sun”, Weezer’s song. Are they one of your essential influence in playing and making music? 
I, umm, I like Weezer, I think Weezer, they're an old band. I listened a lot to bands like Weezer, MXPX, lots of pop-punk.
Weezer, I still like Weezer. I never do not like Weezer. It's so easy to play, anyone can sing along. 

Okay, back to Tokyo again, can you tell about the history of Tokyo? About how you guys ended up with the name Tokyo? 
Well, when we first started the band we weren't sure what to call the band, so we kind a picked the map of the world, picked a dart, threw it and it landed on Tokyo. 

Was that it? 
That's it! (laugh) pretty crazy.
But of course there's a time I mean when we, umm, the name Tokyo is kind of a name that, uh... I don't really, I don't regret, but there's a lot of Tokyo bands. Like, you know, Tokyo police club, then we've got Tokyo hotel, Tokyo road. They're kind a hard to differentiate the Tokyo bands. I think, let's just the music speak for itself. songs that we have will define the name and make it who we are. 

So, when you get back to the states, what will you tell about the country? Something that will make them look forward to be here. 
Oh, yea, umm, I don't know, maybe, umm. It's a hard question, I'll tell them about the people here, Sundanese food. 

Rain, do you love rain? 
Ah, well it also rains a lot in Virginia. I mean, it used to rain. (laugh) 

Yea, maybe because Virginia is for lovers and Bandung is too. (laughs). Last words? 
Umm, can I just say, uh, "KUMAHA, DAMANG?" (Apakah Baik-baik saja?)


Sunday, August 15, 2010

BESIDE – NEW COLONY (New Single)


BESIDE – NEW COLONY (New Single)
Mereka bangkit dari duka untuk membuat sebuah koloni baru


“We are a new blood, we are a new breathe, we are the new colony,
Burning me, fuck you… Our name is BESIDE !!”
Beside – New Colony

Itulah kutipan dari lirik lagu Beside sekaligus single terbaru mereka yang berjudul New Colony, setelah sebelumnya mengecap kesuksesan dengan album perdana mereka yang berjudul Against Ourselves yang dirilis oleh Absolute Records pada tahun 2008 lalu, tahun 2010 ini mereka hadir kembali dengan single terbaru mereka yang berjudul New Colony.

Dengan semangat baru Beside yang masih terdiri dari Akew (gitar), Owang (vokal), Beby (drum), Panneu (bass), dan Ichad (gitar) bangkit dan kembali merepatkan barisan mereka menuju garda musik metal paling depan di tanah air. Hal tersebut mereka tunjukan dengan single terbaru mereka yang berjudul New Colony, sebuah single yang memberikan nuansa baru dalam peralihan musik Beside yang selama ini terkenal dengan melodic death metal, namun dalam single ini mereka tampak lebih explore dengan sound gitar yang lebih tajam, melodi gitar yang lebih rapat, ketukan drum yang hyper dan vokal yang lebih extreme dari materi album mereka sebelumnya. Sebuah komposisi dan materi yang saya nilai sangat cerdas, sehingga warna musik mereka menjadi lebih extreme fucking metal.
Saya jamin kalian akan lebih banyak ikut headbang, sing along sambil finger pointing ketika kalian berada di moshpit area ketika lagu ini dimainkan, ketimbang violence dancing tidak jelas.

www.myspace.com/besidemetal

Thursday, August 12, 2010

RECYCLE EXPERIENCE (REEXP) “POP CULTURE & TOYS ART MOVEMENT”



RECYCLE EXPERIENCE (REEXP) “POP CULTURE & TOYS ART MOVEMENT”
“…kami menerjemahkan karakter imajinasi yang kerap hidup di alam bawah sadar kami, yaitu berupa sosok-sosok karakter robotik, yang biasa kami sebut sebagai ‘Character Robotic Imagination’…”
Photo: Adiasa



Ketertarikan Evan Driyananda & Attina Nuraini terhadap dunia Pop Culture & Toys Art Movement, mereka tuangkan ke dalam karya-karya yang sangat brillian dan imajinatif. Karya-karya mereka yang sebagian besar terbuat dari media found object sampah non organic, yang menjadi media utama mereka dalam penciptaan karya-karyanya ini mereka ubah menjadi karya yang berbau “Character Robotic Imagination“.
Dalam kesempatan kali ini saya berkesempatan untuk mewawancarai mereka berdua, berikut hasil obrolan saya bersama Evan Driyananda & Attina Nuraini dari RECYCLE EXPERIENCE (REEXP).

Apa sih yang melatarbelakangi terbentuknya Recycle Experience ini?
RECYCLE EXPERIENCE (REEXP) adalah personal art project dari kita berdua (Evan Driyananda & Attina Nuraini), yang penciptaannya didasari oleh ketertarikan yang sama yaitu pada Pop Culture & Toys Art Movement. Disini Evan melakukan rekonstruksi ulang pada beberapa media found object sampah non organik, yang menjadi media utama yang digunakan oleh REEXP dalam penciptaan karya-karya “Character Robotic Imagination“ nya. Sedangkan Attina melakukan pengembangan dan mengaplikasikan kembali sosok-sosok character robotik tersebut ke beberapa media lain.

Kebanyakan karya yang dibuat menyerupai figure sebuah robot, kenapa robot yang dipilih?
Dalam penciptaan karya REEXP, kami menerjemahkan karakter imajinasi yang kerap hidup di alam bawah sadar kami, yaitu berupa sosok - sosok karakter robotik, yang biasa kami sebut sebagai “Character Robotic Imagination“ maka, sosok-sosok itu lah yang kerap hadir pada setiap karya-karya kami selama ini, karena mereka lah yang selama ini menjadi sosok karakter imajinasi bagi kami.

Kenapa kalian mendaur ulang kembali limbah yang sudah tidak terpakai?
Kami menyukai mainan, dan ingin berkarya dengan menjadikan mainan-mainan tersebut sebagai sebuah inspirasi. Kebetulan pada saat kami mulai berkarya dalam REEXP pada saat itu sedang marak permasalahan pembuangan sampah di kota kami, yang akhirnya melahirkan sebuah ide untuk berkarya menggunakan media sampah an-organik. Sekaligus ingin menciptakan pula sebuah alternatif berkarya seni, bahwa untuk menciptakan sebuah karya seni tidak selamanya harus mengeluarkan biaya yang besar.

Apakah ini salah satu bentuk kampanye kalian terhadap global warming?
Pada dasarnya REEXP adalah art project kami, tapi ternyata secara tidak langsung art work yang kami ciptakan dapat pula dijadikan sebagai sebuah pembelajaran dan gagasan dalam pelestarian lingkungan melalui media seni visual. Mungkin itu yang menjadi salah satu point plus untuk keberadaan art work yang kami ciptakan. Untuk isu global warming, ya kita sebagai penghuni bumi mau tidak mau setidaknya harus ikut andil dalam misi pencegahan memburuknya kondisi tempat tinggal kita, kami sangat tidak mengharapkan jika cerita dalam film “Wall-E” pada akhirnya menjadi sebuah kenyataan. Ha..ha... Kami berfikir untuk memulainya dari memperhatikan beberapa hal kecil yang ada di sekitar.

Ada tujuan khusus kenapa limbah-limbah tersebut didaur ulang kembali sehingga menjadi sebuah karya yang bernilai ekonomis?
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya bahwa kami ingin karya-karya kami ingin menjadi sebuah inspirasi dan juga sebagai penciptaan sebuah alternatif berkarya seni, bahwa untuk menciptakan sebuah karya seni tidak selamanya harus mengeluarkan biaya yang besar. Tetapi kita dapat berkarya dengan memperhatikan berbagai hal-hal kecil yang ada di sekitar kita.

Biasanya ide-ide untuk membuat sebuah karya itu didapatkan dari mana saja?
Inspirasi utama kami peroleh dari keberadaan mainan-mainan di dunia ini, karena menurut kami mainan adalah sebuah perlambangan dari kebahagiaan. Tanpa kita sadari sebenarnya semua orang itu memiliki mainan menurut pengertiannya masing-masing. Sedangkan untuk mengembangkan hasil karya kami lebih cenderung, melihat, mencari dan menemukan sesuatu dari berbagai hal yang sangat dekat dengan kehidupan kami, yang bahkan terkadang hal-hal itu pun mungkin luput dari perhatian orang lain. Kami lebih tertarik untuk menjadikan berbagai hal-hal kecil tersebut sebagai bagian dari inovasi dalam pengembangan karya-karya kami. Sering kali kami mendapatkan ide dalam berkarya, dari berbagai perbincangan ringan dengan orang-orang yang kerap kami temui di kehidupan sehari-hari, seperti perbincangan kami dengan seorang penjual gulali yang bekerja dengan mesin antiknya, juga kegemaran kami mengunjungi tempat-tempat yang menjajakan mainan kaki lima. Dari berbagai hal seperti itu akhirnya kami mendapatkan pembelajaran untuk terus mengembangkan hasil karya kami.

Kebanyakan karya yang dibuat itu hasil recycle dari limbah yang sudah tidak terpakai lagi, limbah seperti apa sih yang biasa digunakan untuk membuat sebuah karya?
Pada dasarnya media utama yang di gunakan dalam setiap karya-karya REEXP adalah sampah an-organik, yang memiliki masa, kekuatan dan ketebalan tertentu.

Untuk sebuah karya, perlu menghabiskan waktu berapa lama?
Untuk lama penciptaan karya tergantung dari beberapa segi. Mulai dari ukuran, kerumitan, kesesuaian media, pemasangan komponen elektronik hingga konsep karya. Biasanya sekitar satu minggu sampai dua bulan untuk proses penciptaannya.

Kendala yang biasa kalian alami selama proses pembuatan sebuah karya biasanya seperti apa?
Kami harus dapat menyiasati ketika media sampah an-organik yang kami gunakan tidak lagi dalam kondisi yang utuh, di sini kami harus dapat mengubahnya hingga sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Juga, masih banyak orang yang menganggap jenis karya kami, sebagai karya craft dan menyamakannya dengan berbagai kerajinan tangan, berupa benda pakai yang dihasilkan dari barang bekas.

Proses kreatifnya sendiri bagaimana, sehingga bisa menjadi sebuah karya yang utuh?
Teknik yang digunakan dalam proses kreatif adalah teknik potong dan teknik sambung konstruksi, yang dalam proses penciptaannya “Character Robotic Imagination“ tersebut tidak melalui proses sketsa atau desain awal terlebih dahulu, tetapi Evan lebih menuangkan imajinasinya pada saat proses pembuatan karya, dengan mengumpulkan beberapa found object dan merekonstruksinya hingga tercipta sebuah visual akhir karya. Karena banyak melalui proses eksperimen dan eksplorasi dalam penciptaan karya, bahkan terkadang kami tidak mengetahui akan seperti apa wujud akhir dari karya yang sedang kami ciptakakan pada saat itu.

Aliran seni yang kalian anut sebenarnya mengarah ke mana sih?
Secara basic karya instalasi REEXP, lebih mengarah pada Junk art. Namun kami pun mengaplikasikan beberapa karya kami ke dalam media lain, seperti Painting, Drawing, Plush doll, Story and Soundtrack dengan visualisasi cita rasa pop.

Seniman yang banyak memengaruhi dan menjadi influence karya dari Recycle Experience?
He..he... banyak.. mungkin beberapa diantaranya, yaitu Martin Horspool, Tim Noble and Sue Webster, Robert Bradford, Lockwasher, David horvath & Sun Min Kim, Mori Chack, Teruhisa Kitahara, Garry base man, Dr.A, My Tummytoys, Yellow Dino, Poozila monstercitygank, Darbotz, dll.

Sejauh ini sudah berapa karya yang kalian buat?
Wah... sepertinya sampai sekarang baru berjumlah sekitar puluhan buah.

Mungkin pernah ada karya yang memenangkan penghargaan?
Pada tahun 2009 lalu, REEXP mendapatkan penghargaan “Young Change Makers 2009” dari Ashoka Indonesia. Penghargaan 10 fanspages facebook “10 Artist Who Makes Art From Junk”, dari www.greenopolis.com sebuah situs lingkungan yang berbasis di Amerika Serikat. Sedangkan pada pertengahan tahun 2010 ini, kami berkesempatan menjadi salah satu dari 20 finalis Bazaar Art Award, yang diselenggarakan oleh majalah Harpers Bazaar Indonesia.

Pameran terakhir yang kalian ikuti?
Tanggal 14 Juli 2010 kemaren kami mengikuti pameran bersama JSG yang bertempat di Galeri Kita, Bandung.

Pameran berikutnya yang akan diikuti?
Pada tanggal 30 Juli - 1 Agustus mendatang, REEXP akan mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh majalah Harpers Bazaar Indonesia. Sebagai 20 finalis Bazaar Art Award di balroom hotel Ritz Calton, Pasific Place, Jakarta. Dilanjutkan dengan exhibition di Vannessa art link, Jakarta.

Ada rencana membawa karya kalian ini untuk go international?
Tentu saja, untuk yang satu ini kami selalu mengharapkannya. Semoga bisa terjadi dalam waktu dekat ini. Amin...



Pesan-pesan kalian terhadap pecinta seni di luar sana?

Terus warnai dunia dengan menciptakan keajaiban-keajaiban seni

Thursday, March 25, 2010

Ansaphone - Wrap delay in harmony



Keputusan Jazt dan kawan-kawan untuk membentuk Ansaphone saya kira merupakan ide brilliant, mungkin mereka belum seoptimal dengan sound yang mereka inginkan saat ini. Oleh karena itu, mereka terus berupaya dengan peralatan seadanya untuk membuat sebuah komposisi nada yang harmonis dengan balutan delay dan ditorsi yang minim dalam larutan lagu yang kadang-kadang minus vocal. Hanyut kita dibuai ketika kita mendengarkan lagu mereka, namun terpaku ketika kita melihat perform live mereka.

Coba sekarang kalian perhatikan lagu Ansaphone yang berjudul “Low” (The Jakesperiment Remix) yang telah di remix ulang.

Kalian juga bisa download lagu tersebut di http://www.mediafire.com/?ywjzngjzdyg

Samsurijal - Secrets and Truths



Seorang pemuda dengan kegalauan tingkat tinggi dengan gitar kopong di sampingnya, sampai suatu ketika dia berpikir untuk menggauli gitar kopong tersebut sampai tercipta karya-karya yang membuat kita sedikit merenung dengan nuansa lo-fi, folks dan acoustic set yang mendayu dalam petikan jemari tangan sang musisi. Sebuah kompositum audio yang cukup menggetarkan lara. Cukup sampai di sini, ada pertanyaan?

Cek saja di http://www.mediafire.com/?zkyjnmyoiln

A.L.I.C.E - the next generation of social youth


Sebuah band yang ter-influence dari band-band seperti Shai Hulud, Neurosis, Converge, From Ashes Rise, Meshuggah, Baroness ini sedang gencar-gencarnya menunaikan kewajibannya sebagai sebuah band yaitu membuat sebuah album. Meskipun mereka harus memulainya dengan sebuah mini album, lantas membuat mereka lantang berkoar tentang lagu-lagu dan isi lirik yang ingin mereka teriakan ke seluruh pendengar musik di seluruh penjuru dunia. Indonesia hari ini serang terserang wabah musik METAL (MElayu toTAL), namun tidak berlaku untuk keempat anak muda yang terdiri dari Sam (Bass), Bob (Drums), Jim (Vocal), dan John (Guitar) ini, mereka bergerak bergerilya dengan alur musik post-metal, sedikit sentuhan thrash dibalut nuansa noise yang tajam dan takaran aggresive hardcore yang overload.

So please welcome A.L.I.C.E from underland!!

Kalian bisa download single mereka yang berjudul “Kontradiksi Tirani” di http://www.mediafire.com/?zyr0zwtz42o

Atau bisa cek myspace mereka di http://www.myspace.com/alicefromunderland

Thursday, December 24, 2009

Interview with The Porno

*note: ini adalah hasil wawancara bersama The Porno untuk Ripple Magazine, namun tidak sempat dipublish. Berikut ini saya paparkan beberapa obrolan ringan saya bersama mereka. SIMAK!!!




The Porno
“Orgasme Maksimum!!”

Photo. Aprilia Apsari & Julia Sarisetiati

“Gue pingin The Porno suatu saat nanti bisa menjadi salah satu referensi untuk bermusik.”

The Porno lahir ke muka bumi ini dengan ereksi yang diberikan nuansa pos-punk era tahun 70-an, dibalut dengan semangat orgasme proto-punk era tahun 60-an. Dari sanalah mereka hadir dengan semangat-semangat yang memberikan peranan besar terhadap musik mereka, sebutlah Joy Division yang menjadi acuan/referensi terbesar mereka dalam berkarya. Kini mereka hadir dengan album terbaru mereka yang bertajuk “Subliminal”, sebuah karya yang saya rasa akan menjadi sebuah album yang sangat fenomenal di scene indie post-punk di tahan air. Tanpa basa basi busuk, mari kita simak interview Ripple bersama The Porno. Enjoy!!

The Porno itu siapa saja?
Ada Daniel Hangga, Pandu C*nt, Yanureds, dan NA Prabowo.

Sudah berapa banyak koleksi film bokep yang kalian miliki?
Daniel Hangga: Banyak.
Yanureds: Dulu sih banyak dapet dari temen, tapi sekarang udah gak ada.
Pandu C*nt: Yah lumayan lah buat persediaan.
NA Prabowo: Gak punya.

Kenapa nama bandnya The Porno? Apakah para personilnya cabul-cabul?
Daniel Hangga: Banyak orang menganggap kata Porno adalah sesuatu yang tabu dan dikategorikan dalam hal yang negative, tetapi kita melihat justru disitulah menariknya. Bagaimana jika kita sejenak memposisikan ”Porno” sebagai sebuah benda di luar semua nilai-nilai yang telah terlanjur melekat pada kata tersebut?
Yanureds: Sepertinya itu adalah barisan kata yang provokatif, dimana kata porno sendiri tersebut tentunya mempunyai pengaruh dan “kadar” yang berbeda-beda bagi masing-masing individu.
Pandu C*nt: Mungkin ekspetasinya adalah ketika orang mendengar musik The Porno, mereka akan merasa orgasme.
NA Prabowo: Mereka bertiga emang cabul, kecuali gue. Klo menurut gue yang pasti karena daya tarik dari kata itu sendiri. Porno adalah salah satu dari sekian banyak hal yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Dicari dan dibayangkan.

Makna yang tersirat dalam kata Porno itu seperti apa?
Daniel Hangga: Teori relativitas. Seperti yang di atas tadi, kata porno adalah sesuatu yang selalu diidentikkan dengan hal-hal tabu dan negative, tetapi bagaimana jika kita misalnya menonton dvd porno dengan pasangan/istri? Tentunya makna yang tersirat pun akan menjadi jauh berbeda.
Yanureds: Hal yang menyenangkan pastinya, tapi sekaligus bisa menjadi beban bagi orang dewasa dan penikmatnya. Menjadi beban di sini maksudnya adalah kita sebagai orang dewasa harus mampu menghindarkan hal-hal porno tersebut dari yang belum pantas buat ngelihat.
Pandu C*nt: Kotor tapi indah hehe.
NA Prabowo: Sesuatu yang amat personal.

Bagaimana proses terbentuknya band ini, apakah gara-gara insiden nonton film bokep bersama?
Nonton bokep bareng dulu sih sering, tapi bukan dari situ. The Porno terbentuk dari kejenuhan terhadap ketidakjelasan dan stagnasi band kami terdahulu. Ditambah pengaruh alkohol murahan di malam tahun baru dan lagu NYC dari Interpol, maka terbentuklah The Porno.

Obsesi kalian membuat band ini?
Daniel Hangga: Gue pingin The Porno suatu saat nanti bisa menjadi salah satu referensi untuk bermusik.
Yanureds: Berkarya bersama teman dan menikmati hasil perjuangannya bersama-sama.
Pandu C*nt: Menang Grammy. Best Rock album.
NA Prabowo: Punya karya bagus milik sendiri.

Alasan kalian merilis album Subliminal ini?
Memperkenalkan musik post-punk produksi lokal ke audience yang lebih luas. Dengan merilis album, bisa dikatakan pada akhirnya kita telah benar-benar memijakkan kaki di dunia musik Indonesia. Yah meskipun mungkin hanya sebatas di scene indie, tetapi Subliminal diharapkan bisa menjadi awal pintu petualangan dan pembelajaran ke arena baru yang belum pernah kita tau sebelumnya.

Influence terbesar kalian dalam bermusik?
Daniel Hangga: Velvet Underground, Sonic Youth, Joy Division, Nirvana, Iggy & the Stooges, Bauhaus.
Yanureds: Krist Novoselic, Peter Hook, Mani, The Upstairs, Bauhaus, The Cure.
Pandu C*nt: Bob Dylan, Lou Reed, Thurston Moore, Kevin Shields, Kurt Cobain, JKT SKRG Compilation.
NA Prabowo: Steven Morris, Dave Grohl, John Bonham, Keith Moon.

Joy Division Vs Interpol?
Daniel Hangga: Kedua-duanya, karena sepertinya mereka sama-sama banyak ditiru.
Yanureds: Joy Division. Tapi Interpol juga keren sih.
Pandu C*nt: Joy Division. Beat Joy Division gak ada yang ngalahin, down-beat & up-beatnya legendaris!
NA Prabowo: Joy Division, karena salah satu influence terbesar dalam membentuk The Porno.

Apakah kalian memiliki idola bintang bokep favorite?
Daniel Hangga: Alexis Texas, pantatnya alamak!! Coba aja lu bayangin digoyang ama pantatnya.
Yanureds: Jenni Lee. Karena gue kurang suka big tits. Menurut gue big tits itu tidak aerodinamis dan mengurangi akselerasi haha. Menurut gue lho itu.
Pandu C*nt: Mindy Main hohoho.
NA Prabowo: Tidak punya.

Menurut kalian kualitas video bokep 3gp di Indonesia ini sudah layak dikoleksi khalayak luas atau belum sih? Daniel Hangga: Belum, kualitasnya masih jelek.
Yanureds: Beberapa memang mempunyai nilai plus dari segi ide dan talent-talentnya. Tapi, overall belum layak.
Pandu C*nt: Kalau cewe yang maen cakep (dan keliatan) sih fine-fine aja. Kita gak boleh kalah lho sama negara lain. Siapa tahu dari 3gp ini akan muncul bibit-bibit Maria Ozawa asal Indonesia. Wow.
NA Prabowo: Ya kalau emang suka sih simpen aja. Masing-masing orang beda lah pasti ukuran bagus atau ngganya.

Apa pendapat kalian tentang Undang-undang Pornography dan Porno Aksi?
Daniel Hangga: Gak begitu penting dikeluarkannya peraturan mengenai pornography dan porno aksi, karena setiap orang mempunyai sudut pandang berbeda. Di satu tempat bisa dikategorikan sebagai seni tapi di tempat lain diposisikan sebagai sesuatu yang vulgar/tidak senonoh. Intinya, semua tergantung dari pemikiran secara personal.
Yanureds: Tidak begitu efektif karena menurut gue, segala hal yang bersangkutan dengan pornografi itu tergantung dari pribadi masing-masing. Kalau kita ambil contoh, di luar negeri pasti ada toko yang khusus menjual produk-produk pornografi, tapi meski begitu, mereka sepertinya gak akan menjual kepada anak dibawah umur yang secara hukum masih ilegal untuk menjadi konsumen industri pornografi mereka. Jadi, sepertinya memang tergantung dari personalitasnya.
Pandu C*nt: Itu kemunafikan lembaga aja kalau menurut gue. Gak ada perbedaan signifikan juga pada akhirnya.
NA Prabowo: Pornografi urusan masing-masing pribadi, jadi gak perlu diatur sama Undang-undang.

Undang-undang tersebut menguntungkan atau malah merugikan?
Daniel Hangga: Gak ada untungnya.
Yanureds: Merugikan, karena nama band kita The Porno. Ntar tau-tau fanpage band gue gak bisa dibuka lagi. Cih.
Pandu C*nt: Menguntungkan, karena nama band kita The Porno. Siapa tau ntar ada Ormas bernuansa agama yang penasaran sama The Porno terus ngejar-ngejar kita. Nah jadi musik kita bisa merambah ke berbagai kalangan.
NA Prabowo: Kalau untuk selebritis-selebritis lokal yang kena masalah sama UU ini sih kelihatannya malah jadi menguntungkan ya? Jadi tambah ngetop gitu, sering jadi masuk infotainment hehe. Tapi kalau buat band gue sih sepertinya merugikan.

Referensi kalian dalam bermusik dikala kalian sedang horny?
Daniel Hangga: Lagu-lagu Classic Rock.
Yanureds: Lagu gak begitu berpengaruh buat gue, yang penting kita lagi sama siapa saat itu.
Pandu C*nt: The Upstairs – Cosmic G-spot.
NA Prabowo: Horny gak perlu denger lagu, nonton bokep aja lah sekalian.

Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar nama Pamela Anderson?
Daniel Hangga: Payudara hohoho.
Yanureds: Wanita paruh baya yang entah seperti apa rupanya ketika sedang tidak bermake up. Pandu C*nt: Berlebihan. Terlalu sering membusungkan dada. Jadi gak nafsu.
NA Prabowo: David Hasselhoff.

5 hal yang harus kami ketahui tentang The Porno?
Energi, noise, constant, post-punk & orgasme.

5 wanita terseksi di Indonesia versi kalian?
Daniel Hangga: Farah Quinn (hot & seksi chef), Olla Ramlan. 2 aja gak apa-apa ya?
Yanureds: Dian Sastro, Ladya Cheryl. Udah gue Cuma 2 orang itu aja juga deh.
Pandu C*nt: Magdalena, Magdalena, Magdalena, Magdalena, Magdalena.
NA Prabowo: Risty Tagor. Gue orangnya setia jadi ya satu aja cukup. Gak apa-apa kan?

Maria Ozawa (Miyabi) di mata kalian?
Daniel Hangga: Harusnya sih bisa memulai karir di dunia sinema Indonesia.
Yanureds: Bentuknya bagus.
Pandu C*nt: Menurut gue dia yang pasti lebih cantik dari Jenna Jameson, tapi sayang belum pernah maen ama Rocco Siffredi.
NA Prabowo: Kasihan, tapi begitulah pilihan pekerjaannya.

Akan seperti apa The Porno pada tahun 2012 mendatang?
Daniel Hangga: Naik haji dan pada tobat. Hahahha
Yanureds: Merilis album ketiga.
Pandu C*nt: Belum kepikiran sih akan seperti apa.
NA Prabowo: Akan tetap menjadi The Porno, band post-punk asal Pondok Gede.

Last words?
Fight for your rights!!!

About Me

My photo
Social Scenedicate, is a media who want to contribute to the movement of the independent scene "so called Undergorund" in the homeland, and the city of Bandung in particular. There is no special pattern within the body Social Scendicate, but we try very hard to provide as complete information to a wide audience for our information can be spread evenly.