Search This Blog

Monday, January 17, 2011

Kelab Baca Trio Angkasa “Liga Perkawanan”


Kelab Baca Trio Angkasa adalah sebuah kolektif curhat yang terbentuk periode di akhir tahun 2009 masehi silam. Sedikit berandai dan beranalogi, maka Gank curhat ini adalah sebuah frasa. Kami menolak untuk menjadi klausa atau kalimat, yang notabene berpakem baku dan kaku, yang sangat bertolakbelakang dengan sifat alamiah kami sebagai hewan manusia: liar.
Kami tak menujuankan arah. Kami tak memetakan jalan pulang. Kami bukan badut perencana.
Daripada meniti jalan yang mulus di sebuah pematang sawah, kami lebih memilih untuk jatuh berkotor-kotoran di lumpur berkali-kali; dan sebanyak berkali-kali itu kami terjatuh dengan cara seksi yang berbeda-beda.
Kami adalah daun yang jatuh di awal musim gugur. Oh, iya, kalian bertanya tentang aliran musik kami? Ah! Kalian membuat kami pusing! Labeli saja kami dengan jargon yang kalian anggap layak. (Tapi ngomong-ngomong, 'punk' terdengar mengasyikkan, lho! Menurut kalian?)
Kelab Baca Trio Angkasa berpersonilkan Syamsurizal Asmaraman (Gitar/Vokal), Fauzi Winarto (Bass/Vokal Belakang), Fajrin Novrizaldy (Gitar), Pophenk Fajar Sidik (Papan Tuts/Suara Latar), dan Sofyan Refliyandi (Dram)

Booking/Info:
CP : +6285720123796 (refly)
Myspace  : www.myspace.com/kelabbacatrioangkasa
Facebook : Kelab Baca Trio Angkasa

Download their dummy version songs at http://www.mediafire.com/download.php?2qk9cq4cv17a9r4 and
http://www.mediafire.com/?a69v5ka3pn6wncc ENJOY!!

Tahun ini KBTA berencana mengeluarkan E.P perdana, doakan saja semoga semuanya berjalan tepat pada waktunya. Amin
Recording akan dimulai pada bulan Februari mendatang. Cheers!!

Secondhand Serenade Live In Bandung

Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung. 8 Januari 2011


Setelah sebelumnya berhasil memboyong Copeland untuk melangsukan farewell tournya di kota Bandung, awal tahun 2011 ini Nadapromotama berhasil membuat gebrakan dengan menghadrikan sebuah band acoustic/emo Secondhand Serenade asal Menlo Park, California. yang diprakarsai oleh John Vesely. Tidak ada alasan khusus kenapa mereka kembali datang ke Indonesia, khususnya di Bandung. Setelah tahun sebelumnya mereka sempat datang ke Indonesia untuk tampil dalam sebuah gelaran festival musik yang diadakan di kota Jakarta. Yup!! Kedatangan band asal Menlo Park, California. ini tidak lain sekedar untuk memuaskan rasa penasaran dari fans Secondhand Serenade yang ada di kota Bandung, dan tentunya konser mereka kali ini akan lebih eksklusif dari konser mereka sebelumnya.


Bertempat di SABUGA, Bandung. konser yang dihadiri oleh ribuan penonton yang “mayoritas” kaum hawa, tidak hanya dihadiri oleh penonton dari kota Bandung bahkan dari kota lain, termasuk artis ibu kota yang sering nongol di tv-tv swasta juga ada #penting. Konser tunggal Secondhand Serenade ini dimulai sekitar 20.30 WIB, tampak penonton sudah memadati venue dan saling berebut untuk menjadi yang paling depan agar bisa langsung berhadapan dengan John Vesely. Venue tampak riuh dengan jeritan-jeritan histeris para kaum hawa yang sepertinya sedang dilanda galau (kayaknya).



Intro lagu pertama yang berjudul You And I dari album terbaru mereka mulai dimainkan. Alhasil, ribuan penonton di SABUGA bergemuruh. Penonton yang hafal liriknya langsung ikutan sing along sambil menjerit-jerit histeris, asli bikin merinding. Disambung dengan lagu Like A Knife, dan Stranger. Usai lagu tersebut John Vesely mencoba menyapa ribuan pasang mata penonton “Hello Indonesia!!”, seantero ladies di SABUGA langsung teriak-teriak histeris. Mereka kembali membawakan lagu berikutnya yang berjudul So Long, disambung dengan lagu Awake, Vulnerable, dan The Last Song Ever. Beberapa personil tampak mencoba berkomunikasi dengan penonton sehingga konser ini menjadi lebih komunikatif diiringi tepuk tangan ribuan penonton. Tampak terlihat John Vesely mengambil ponselnya dan mengabadikan penonton yang membawa kertas bertuliskan “Thank You Secondhand Serenade”, John mangaku tidak pernah mendapatkan respon yang sehebat ini sepanjang konsernya.


Penampilan mereka dilanjutkan dengan lagu-lagu seperti Stay Away, Your Call, Maybe, dan lagu Goodbye yang dihiasi dengan suguhan atraksi kembang api, akhirnya John Vesely dan yang lainnya melakukan encore pertama mereka. Sontak penonton berteriak “we want more!! we want more!!”, John Vesely naik kembali ke panggung sambil menengteng gitar kopongnya dan melantunkan lagu Pretend yang disusul dengan personil lainnya disambung dengan lagu Something More, Reach For The Sky dengan John Vesely dibalik piano, setelah lagu tersebut mereka kembali melakukan encore terakhir. Penonton kembali berteriak lebih keras “we want more!! we want more!!”, dan kembali para personil Secondhand Serenade naik panggung. Ada yang menarik ketika John kembali naik panggung dan mengatakan “Awewe Bandung gareulis pisan!!” artinya: “Cewek-cewek Bandung cantik banget!!”. Semuanya bertepuk tangan dan kaum hawa dibuat kegirangan dengan bualan si John ini.

Dua lagu terakhir mereka bawakan malam itu, kojo mereka dari album A Twist In My Story yang berjudul Fall For You dimainkan, penonton ikut sing along dan lagi-lagi bikin merinding. Tanpa panjang lebar John mengomandoi untuk membawakan lagu terakhir, sebuah cover version dari Coldplay yang berjudul Fix You yang juga terdapat dalam album A Twist In My Story. Sebuah lagu dengan aransemen yang quite tapi klimaks diujungnya, dengan suguhan kembang api cocok sekali dijadikan lagu penutup, asli bikin merinding!! Enam belas lagu bernuansa galau, melancholies, hopeless sudah mereka geber malam itu diiringi dengan jeritan histeris dari para fans. Selain itu konser ini juga ditunjang dengan sound dan tata lighting yang ciamik abis. Konser yang seru, gak rugi datang deh pokoknya xp

Lose It All - Live Your Life E.P


Lose It All Indonesia (Bandung), band ini terbentuk pada tahun 2008. Awal terbentuknya Lose It All ini dimotori oleh Jhon (Bloody Rose) & Ekky (guzzler) yang sangat merindukan akan music hardcore dan kecintaannya terhadap hardcore. Seiring berjalannya waktu, mereka telah membuat satu lagu yang berjudul Lose It All yang diambil dari nama band itu sendiri, lagu tersebut menceritakan tentang kehidupan yang telah hilang namun tetap mencoba untuk bertahan dan menggapai kebebasan. Sebelum lagu itu dirilis pada saat akan proses tracking, mereka mengajak Poppy (drumer Monalisa/ Angsa & Serigala), dan Azi (Drummer Ori). Sehingga terbentuklah band ini dengan personil Poppy (Vocal), Jhon (Guitar) Ekky (Guitar), Azi (Drum).  Pertengahan tahun 2010, mereka mengajak satu personil lagi Sansan (bass). Akhir tahun 2010, tepatnya tanggal 25 Desember 2010 mereka telah menyelesaikan/me’release sebuah debut EP album perdana yang berjudul “Live Your Life” dengan mengambil single dari judul yang sama. Dengan komposisi musik yang mereka usung, mereka berharap dapat diterima dan didengar oleh pecinta musik underground (khususnya) dan pecinta music pada umumnya dengan genre music hardcore.
 

No More Heroes - One Shoot Deal new E.P


Band asal Bandung yang terdiri dari Vicky (vocal/guitar), Aji (guitar/back voc), Alcham (bass/back voc), dan Teguh (drum) dengan genre pop-punk ini, rencananya dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan sebuah mini album (E.P) yang berjudul One Shoot Deal, yang bakal di free download kan. Kita tunggu saja EP mereka tersebut. Cheerios amigos!!

Absolute Zero - Hardcore Pride E.P OUT NOW!!!

Caravan Of Anaconda - Kabar Dari Krematorium Kartika [E.P] OUT NOW!!


Tahun 2006 terpasak mengikat dan berhasil terakit melakukan pembangkangan terhadap waktu yang sebelumnya. Puji syukur tuhan yang maha esa, Dia masih enggan menaruh hidangan kiamat siap sajinya hingga sekarang, sehingga kita masih bisa bernafas, berteriak, bertindak, berfikir, berdusta, dan berpahala. Akhirnya berdasarkan argumen dan fakta tersebut maka sebuah koloni penggugat kenyamanan berhasil dirakit juga oleh 5 kawanan penjahat karya "pre-mature" dan berjiwa iblis. Mereka adalah Rangga Gumelar, Alyuadi Febryansyah, Trisna Augustian Christanto, Yusuf Yadi Surya, dan Muhamad Ramdhan. Mereka sepakat mengikat komitmen kreasi canda tawanya dengan jargon CARAVAN OF ANACONDA dan sepakat untuk melakukan ejakulasi karya secara kolektif demi merekonstruksi puing-puing rasa pusing dan hidangan nada secara absurd n roll. Namun seling beberapa literasi waktu, komposisi 5 iblis tersebut mengalami keadaan yang reduktif, dengan hengkangnya Muhamad Ramdhan, yang telah dinyatakan lulus percobaan menjadi malaikat. Keadaan busuk tersebut tidak membuat 4 jiwa iblis mengurungkan niat jahatnya karena dalam komposisi kuartet jahat tersebut, mereka masih mampu merekonstruksi bangunan absurd berjiwa remaja itu. Selamat datang kawan dan terima lah mereka sebagai bara api di saat puing-puing pusing. “Terima kasih untuk kalian yang telah mau menemani kami dengan : sampah pujian dan makian, hitam dan putih, serta baik dan buruk, karena dengan hal-hal tersebut kami masih bersemanngat untuk meniupkan bahan bakar kepada kobaran api pergerakan musik bawah tanah khususnya di tanah sunda ini a.k.a BANDUNG”
Influence mereka dalam menggerayangi telinga kalian diadaptasi dari Meshuggah, Psyopus, Rotten Sound, Behold The.. Arctopus, Gorguts, dan masih banyak lagi.
Tentang E.P Mereka “Kabar Dari Krematorium Kartika”
7 lagu yang rata2 mengambil tema tentang kebencian dan kekecewaan terhadap seorang yang ada di sekitar, umur bumi, dan sebuah abstraksi, sedikit sarkastis, dan misterius. Dengan salah satu single berjudul "Escaped Cumshot" yang didalamnya memaparkan tentang rencana-rencana yg selalu saja meleset dari sasaran. Lagu-lagu tersebut berhasil direkam pada pertengahan tahun 2008 di Funhouse Studio dengan Dimas dan Edz sebagai Sound Engineer

Friday, December 3, 2010

ABSOLUTE ZERO "Hardcore Pride EP Coming Soon"


by: megalauman
Terbentuk pada tahun 2005 lalu, berawal dari persahabatan masa remaja (SMP) antara Uji, Komeng dan Mario hingga mereka memutuskan untuk membuat sebuah band punk disusul dengan bergabungnya Ridlo untuk menjadi seorang vokalis di band, kemudian mereka sepakat untuk membentuk sebuah band beraliran metal/hardcore seiring ditunjuknya Riyadh sebagai gitaris. Line up mereka dari dulu sampai sekarang masih tetap solid. Mereka semua sepakat untuk mencantumkan nama Absolute Zero pada band mereka.
Absolute Zero mulai bergerak dengan musik hardcore yang dibalut dengan sound thrash metal era 80-an hingga rap nu-metal ala Biohazard sehingga musik mereka lebih dinamis, dengan ini mereka menyebut aliran musik mereka “Hardcore Wara Wiri”.
Akhir tahun 2010 ini mereka akan segera merilis E.P pertama mereka yang berjudul “Hardcore Pride”. E.P yang artworknya dikerjakan oleh Ricky Musang dan Topan Akbar dari Worck ini mereka kerjakan bersama secara DIY dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau, hanya dibuat 100 copy saja! (tidak menutup kemungkinan untuk diproduksi kembali atau malah difreedownloadkan secara berkala). Namun, mereka menjamin 100 CD pertama yang dirilis akan sangat berbeda dan terasa special! E.P ini sekaligus batu loncatan untuk mereka menuju full album.
Komposisi musik yang terdapat dalam E.P mereka, 68,99% Hardcore, 21,01% Thrash metal, 8,5% rock/blues, dan 1,5% Rap-core/hiphop. Sangat variatif memang, E.P ini boleh dibilang semacam interpretasi atau perwujudan dari musik-musik yang menjadi influence mereka, dan di setiap track-nya punya keunggulan masing-masing. Seperti masing-masing lagu yang terdapat dalam EP, pada track satu aransemen musik yang cepat (terdengar hardcore/trash), track kedua bergumam (hardcore marah-marah), track 3 percaya diri (gabungan antara hardrock/hardcore), track 4 jati diri (gabungan antara hardcore/metal), track 5 eksplorasi (progressive/hardcore).
Kebanyakan lirik yang terdapat dalam lagu-lagu Absolute Zero menceritakan tentang berkesinambungannya hidup, tipikal lirik hardcore yang mengajak untuk struggle, keseimbangan, cepat mengambil keputusan, orang-orang yang sombong untuk diperingati, pandangan hidup untuk mendobrak batasan yang sudah ada.


Absolute Zero :
Ridlo Setia Ikhwandia (Vocal)
Mario Panji Prasetya (Guitar)
Riyadh Achmad Segiawan (Guitar)
Fauzi Winarto (Bass)
Muhammad Aldhi (Drum)


Free Download ‘Absolute Zero – Perspektif’

About Me

My photo
Social Scenedicate, is a media who want to contribute to the movement of the independent scene "so called Undergorund" in the homeland, and the city of Bandung in particular. There is no special pattern within the body Social Scendicate, but we try very hard to provide as complete information to a wide audience for our information can be spread evenly.