Search This Blog

Monday, January 17, 2011

Lose It All - Live Your Life E.P


Lose It All Indonesia (Bandung), band ini terbentuk pada tahun 2008. Awal terbentuknya Lose It All ini dimotori oleh Jhon (Bloody Rose) & Ekky (guzzler) yang sangat merindukan akan music hardcore dan kecintaannya terhadap hardcore. Seiring berjalannya waktu, mereka telah membuat satu lagu yang berjudul Lose It All yang diambil dari nama band itu sendiri, lagu tersebut menceritakan tentang kehidupan yang telah hilang namun tetap mencoba untuk bertahan dan menggapai kebebasan. Sebelum lagu itu dirilis pada saat akan proses tracking, mereka mengajak Poppy (drumer Monalisa/ Angsa & Serigala), dan Azi (Drummer Ori). Sehingga terbentuklah band ini dengan personil Poppy (Vocal), Jhon (Guitar) Ekky (Guitar), Azi (Drum).  Pertengahan tahun 2010, mereka mengajak satu personil lagi Sansan (bass). Akhir tahun 2010, tepatnya tanggal 25 Desember 2010 mereka telah menyelesaikan/me’release sebuah debut EP album perdana yang berjudul “Live Your Life” dengan mengambil single dari judul yang sama. Dengan komposisi musik yang mereka usung, mereka berharap dapat diterima dan didengar oleh pecinta musik underground (khususnya) dan pecinta music pada umumnya dengan genre music hardcore.
 

No More Heroes - One Shoot Deal new E.P


Band asal Bandung yang terdiri dari Vicky (vocal/guitar), Aji (guitar/back voc), Alcham (bass/back voc), dan Teguh (drum) dengan genre pop-punk ini, rencananya dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan sebuah mini album (E.P) yang berjudul One Shoot Deal, yang bakal di free download kan. Kita tunggu saja EP mereka tersebut. Cheerios amigos!!

Absolute Zero - Hardcore Pride E.P OUT NOW!!!

Caravan Of Anaconda - Kabar Dari Krematorium Kartika [E.P] OUT NOW!!


Tahun 2006 terpasak mengikat dan berhasil terakit melakukan pembangkangan terhadap waktu yang sebelumnya. Puji syukur tuhan yang maha esa, Dia masih enggan menaruh hidangan kiamat siap sajinya hingga sekarang, sehingga kita masih bisa bernafas, berteriak, bertindak, berfikir, berdusta, dan berpahala. Akhirnya berdasarkan argumen dan fakta tersebut maka sebuah koloni penggugat kenyamanan berhasil dirakit juga oleh 5 kawanan penjahat karya "pre-mature" dan berjiwa iblis. Mereka adalah Rangga Gumelar, Alyuadi Febryansyah, Trisna Augustian Christanto, Yusuf Yadi Surya, dan Muhamad Ramdhan. Mereka sepakat mengikat komitmen kreasi canda tawanya dengan jargon CARAVAN OF ANACONDA dan sepakat untuk melakukan ejakulasi karya secara kolektif demi merekonstruksi puing-puing rasa pusing dan hidangan nada secara absurd n roll. Namun seling beberapa literasi waktu, komposisi 5 iblis tersebut mengalami keadaan yang reduktif, dengan hengkangnya Muhamad Ramdhan, yang telah dinyatakan lulus percobaan menjadi malaikat. Keadaan busuk tersebut tidak membuat 4 jiwa iblis mengurungkan niat jahatnya karena dalam komposisi kuartet jahat tersebut, mereka masih mampu merekonstruksi bangunan absurd berjiwa remaja itu. Selamat datang kawan dan terima lah mereka sebagai bara api di saat puing-puing pusing. “Terima kasih untuk kalian yang telah mau menemani kami dengan : sampah pujian dan makian, hitam dan putih, serta baik dan buruk, karena dengan hal-hal tersebut kami masih bersemanngat untuk meniupkan bahan bakar kepada kobaran api pergerakan musik bawah tanah khususnya di tanah sunda ini a.k.a BANDUNG”
Influence mereka dalam menggerayangi telinga kalian diadaptasi dari Meshuggah, Psyopus, Rotten Sound, Behold The.. Arctopus, Gorguts, dan masih banyak lagi.
Tentang E.P Mereka “Kabar Dari Krematorium Kartika”
7 lagu yang rata2 mengambil tema tentang kebencian dan kekecewaan terhadap seorang yang ada di sekitar, umur bumi, dan sebuah abstraksi, sedikit sarkastis, dan misterius. Dengan salah satu single berjudul "Escaped Cumshot" yang didalamnya memaparkan tentang rencana-rencana yg selalu saja meleset dari sasaran. Lagu-lagu tersebut berhasil direkam pada pertengahan tahun 2008 di Funhouse Studio dengan Dimas dan Edz sebagai Sound Engineer

Friday, December 3, 2010

ABSOLUTE ZERO "Hardcore Pride EP Coming Soon"


by: megalauman
Terbentuk pada tahun 2005 lalu, berawal dari persahabatan masa remaja (SMP) antara Uji, Komeng dan Mario hingga mereka memutuskan untuk membuat sebuah band punk disusul dengan bergabungnya Ridlo untuk menjadi seorang vokalis di band, kemudian mereka sepakat untuk membentuk sebuah band beraliran metal/hardcore seiring ditunjuknya Riyadh sebagai gitaris. Line up mereka dari dulu sampai sekarang masih tetap solid. Mereka semua sepakat untuk mencantumkan nama Absolute Zero pada band mereka.
Absolute Zero mulai bergerak dengan musik hardcore yang dibalut dengan sound thrash metal era 80-an hingga rap nu-metal ala Biohazard sehingga musik mereka lebih dinamis, dengan ini mereka menyebut aliran musik mereka “Hardcore Wara Wiri”.
Akhir tahun 2010 ini mereka akan segera merilis E.P pertama mereka yang berjudul “Hardcore Pride”. E.P yang artworknya dikerjakan oleh Ricky Musang dan Topan Akbar dari Worck ini mereka kerjakan bersama secara DIY dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau, hanya dibuat 100 copy saja! (tidak menutup kemungkinan untuk diproduksi kembali atau malah difreedownloadkan secara berkala). Namun, mereka menjamin 100 CD pertama yang dirilis akan sangat berbeda dan terasa special! E.P ini sekaligus batu loncatan untuk mereka menuju full album.
Komposisi musik yang terdapat dalam E.P mereka, 68,99% Hardcore, 21,01% Thrash metal, 8,5% rock/blues, dan 1,5% Rap-core/hiphop. Sangat variatif memang, E.P ini boleh dibilang semacam interpretasi atau perwujudan dari musik-musik yang menjadi influence mereka, dan di setiap track-nya punya keunggulan masing-masing. Seperti masing-masing lagu yang terdapat dalam EP, pada track satu aransemen musik yang cepat (terdengar hardcore/trash), track kedua bergumam (hardcore marah-marah), track 3 percaya diri (gabungan antara hardrock/hardcore), track 4 jati diri (gabungan antara hardcore/metal), track 5 eksplorasi (progressive/hardcore).
Kebanyakan lirik yang terdapat dalam lagu-lagu Absolute Zero menceritakan tentang berkesinambungannya hidup, tipikal lirik hardcore yang mengajak untuk struggle, keseimbangan, cepat mengambil keputusan, orang-orang yang sombong untuk diperingati, pandangan hidup untuk mendobrak batasan yang sudah ada.


Absolute Zero :
Ridlo Setia Ikhwandia (Vocal)
Mario Panji Prasetya (Guitar)
Riyadh Achmad Segiawan (Guitar)
Fauzi Winarto (Bass)
Muhammad Aldhi (Drum)


Free Download ‘Absolute Zero – Perspektif’

Thursday, November 25, 2010

RILISAN TERBARU DARI HEAVEN RECORDS!!!


Menjelang akhir tahun 2010 ini Akhirnya Heaven Records merilis juga band raw-fi asal kota Bandung, A.L.I.C.E. ini adalah rilisan ke 5 kami setelah sebelumnya mereka sempat  merilis Disconnected (Stay Low And Keep Those Feet Moving) pada tahun 2006, split album Disconnected X Closehead (DISCOPUNKHEAD) pada tahun 2007, Nudist Island (Forr All The Best) pada tahun 2010, dan GoodBoy Badminton pada tahun 2010.
Mereka mecoba menghapus stigma orang-orang yang berpendapat bahwa mereka adalah label records yang hanya merilis sebuah genre musik tertentu saja, namun dengan rilisnya E.P dari A.L.I.C.E yang berjudul “Konsorsium Humaniora” ini mereka mencoba membuktikan bahwa stigma tersebut salah besar. Memang, mereka akui bahwa A.L.I.C.E adalah band pertama dengan genre musik yang jauh berbeda dengan band-band yang telah mereka rilis sebelumnya, namun mereka tetap professional dengan apa yang mereka lakukan sekarang, yaitu mencoba merangkul semua jenis aliran musik untuk bisa bergabung dalam label records mereka, meskipun bertahap.
A.L.I.C.E yang terdiri dari Dika (guitar/backing vocal), Miko (vocal), dan Samsurizal (bass) ini telah mengalami beberapa fase perjalanan yang cukup rumit dalam karir mereka, mulai dari bongkar pasang personil dalam tubuh A.L.I.C.E dan sekarang mereka memutuskan untuk berjalan bertiga. A.L.I.C.E berhasil memikat perhatian kita dengan musik hardcore mereka yang aggressive dan dipengaruhi oleh unsur raw, harsh, sludge, stoner, punk yang mengingatkan kita pada band-band macam Converge, Neurosis, Baroness, Mastodon, Phobia, Cult of Luna, dan From Ashes Rise. Meskipun usia mereka masih tergolong muda, namun mereka sangat kritis dengan hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Ini mereka buktikan dengan lirik yang mereka coba sampaikan dalam E.P “Konsorsium Humaniora” ini dan dikemas secara apik dalam balutan distorsi yang raw dan music mereka yang full aggressive.
Selamat menikmati

Saturday, November 13, 2010

Di Balik Judul Lagu A.L.I.C.E - Konsorsium Humaniora E.P



Berikut adalah beberapa track yang terdapat dalam E.P Konsorsium Humaniora: 

1. Kontradiksi Tirani
Lirik dalam lagu ini secara gamblang menggambarkan agresi mereka terhadap keadaan di bumi pertiwi ketika “kertas-kertas suara” digunakan sebagai pencapaian statistik kepentingan personal dan elit eksklusif “suara kalian berhenti sampai di boks ballot” (Samsurizal). Lagu ini menjadi keytrack untuk ep ini… Pretty intense!

2. Iron Nerves/Maladjusted Creation
 Sebuah tribute atau penghormatan kita terhadap para “pendobrak batas” (Dika)

3. Fuck City
"Converge raped by Napalm Death during a Meshuggah show" (Dika).
Lirik yang dikemas secara lugas menceritakan tentang keadaan dan kondisi Negeri "kita di Negara/Kota ini tidak lebih dari pajangan di etalase yang dilabeli harga, kita semua komoditas, kita semua tunasusila; we are all up for sale" (Samsurizal).

4. Setting Your Palaces In Fire
"Sebuah soundtrack untuk para prajurit perang, declare war!" (Dika)
"Tidak melebih-lebihkan, fasisme (apapun kedoknya) masih bercokol dengan langgengnya di bumi manusia, dan hal itu menyebalkan. Francois Marie-Arouette benar, fanatisme harus mati" (Samsurizal).
Komposisi musik di awal lagu akan terdengar suara Adolf Hitler mendeklarasikan perang. Yes, we are on for this bar fight! Hit us with your best shots, fascist buttholes!

5. Myasthenia Gravis
"Neurosis - Times Of Grace album meet Baroness - Red Album dan Voila!" (Dika)

About Me

My photo
Social Scenedicate, is a media who want to contribute to the movement of the independent scene "so called Undergorund" in the homeland, and the city of Bandung in particular. There is no special pattern within the body Social Scendicate, but we try very hard to provide as complete information to a wide audience for our information can be spread evenly.