Search This Blog

Monday, September 20, 2010

The Ostend: Emerge Compilation



Ini adalah album kompilasi yang menaungi bend-band electronic yang ada di kota Bandung. Berawal dari sebuah komintas audio dan visual art yang bernama OpenLabs yang ingin menampilkan apa yang telah menjadi impian mereka selama ini. Sebuah album kompilasi yang menjadi manifetasi dari sesuatu yang disebut dengan ide dan konsep, dan mengemukakan pendapat mereka semua tentang music electronic.
Album kompilasi ini diisi oleh berbagai macam jenis band/individu yang meramaikan didalamnya, #Kress, Do Ear, Nathan Hasiholan from M.U.S.I.K.[E.L.E.K.T.R.I.K.], Europe in De Tropen, Fix Future, Space and Missile, Bottlesmoker, Asturiaz, te\tuRE, dan Slylab. Mereka semua hadir dan ingin menunjukan perkembangan musik mereka dalam berkarya, mereka ingin tertangkap dalam radar meskipun hanya berupa sinyal kecil. [megalauman]

Friday, September 17, 2010

Absolute Zero (single uploaded! from debut E.P)


“We built it to last! hardcore in our heart! RESPECT!”

Absolute Zero adalah sebuah band yang mengusung genre metalhardcore dari Bandung, Indonesia. Terbentuk sekitar 5 tahun yang lalu, dan sampai sekarang masih beranggotakan Ridlo sebagai vokalis, Mario pada gitar, Riyadh pada gitar, Uji pada bass, dan Komengski Aldhi sebagai drummer.
Dari awal terbentuk mereka memiliki satu perspektif untuk membuat band ini sehingga menjadi sebuah band yang solid. Sekarang mereka sedang mempersiapkan mini album terbaru mereka, kalian bisa mendengarkan sedikit bocoran dari single terbaru mereka yang berjudul Perpektif yang akan terdapat dalam debut E.P mereka.
Check this out!!

A.L.I.C.E - "Konsorsium Humaniora" New E.P


"kita tetap tidak akan menempatkan hardcore pada kaidahnya!!" -Dika-

A.L.I.C.E terbentuk pertengahan Juli tahun 2005 lalu, dimana pada saat itu Miko (vokalis) bersama Angga (gitaris) berniat untuk membuat sebuah band dengan genre chaotic hardcore, formasi awal A.L.I.C.E ketika itu terdiri dari Joko (gitar), Angga (gitar), Bobi (drum), Samsu (bass), dan Miko (vokal). Namun Joko harus meninggalkan band untuk meneruskan study-nya di luar negeri, sejak saat itu posisi joko digantikan oleh Billy. Setelah berjalan 3 tahun, Billy dan Angga harus resign dari band dan posisi guitar yang kosong sekarang diisi oleh Dika (ex-Restrain, Blind To See) sekarang masih mengisi gitar di sebuah band Hardcore TRAGEDI. Line up A.L.I.C.E sekarang adalah Miko (vokal), Samsu (bass), Dika (gitar), dan Bobi (drum).
Berbicara tentang musikalitas mereka, kita tidak bisa mengganggap remeh. Meskipun usia mereka masih tergolong muda, namun gejolak mereka untuk membuat sebuah konsep musik tidak pernah main-main. Konsep awal A.L.I.C.E dulu masih memainkan musik noise mathcore dengan sentuhan free jazz yang terinfluence dari band-band seperti The Dillinger Escape Plan, Botch, Converge, Norma Jean, The Chariot, dan band-band lainnya "so-called chaotic" pada umumnya. Referensi musik mereka pun semakin bertambah dan ide-ide banyak bermunculan, selain itu dampak dari perubahan line up dalam tubuh A.L.IC.E sangat berdampak besar. "Kebetulan ketika saya masuk, musik A.L.I.C.E itu sendiri sedikit banyak dipengaruhi oleh musik sludge, stoner, punk, dll. Tapi tidak sepenuhnya berubah dan benang merahnya masih tetap hardcore, in more aggressive way of course" ujar Dika. "Mungkin dari departemen gitar, dengan line up satu gitar mungkin saya lebih bebas mengeksplor konsep sound dan riff gitar sesuka hati. Hahaha" tambah Dika.
Jerih payah mereka selama kurang lebih 5 tahun ini akhirnya membuahkan hasil, di bawah label Heaven Records langkah besar mereka dimulai dengan E.P yang berjudul Konsorsium Humaniora terdapat 5 track yang dengan muatan aggressive, thrash, noise dengan sentuhan hardcore "yang tidak pada kaidahnya." Kalian akan mendapatkan musik yang aggressive seperti Converge, Neurosis, Baroness, Mastodon, Phobia, Cult of Luna, dan From Ashes Rise.
Pada bagian lirik yang disuguhkan, kebanyakan diambil dari berbagai sudut pandang yang berbeda, lirik lagu yang banyak mengulas tentang muatan politik, konflik, sosial, dan kemarahan pribadi akan seuatu keadaan yang dibalut dengan tata bahasa yang lugas.

Konsorsium Humaniora track:
1. Kontradiksi Tirani,
2. Iron Nerves/Maladjusted Creation,
3. Fuck City,
4. Setting Your Palaces In Fire,
5. Myasthenia Gravis.

Thursday, September 16, 2010

GLOBAL UNITY “Wake Up to A New Path”

 
Beberapa tahun namanya tidak terdengar di kancah permusikan metal tanah air, band yang mengusung aliran “aggressive metal” ini sudah hampir 8 tahun malang melintang di scene underground kota Bandung. Pada akhirnya, tahun 2010 ini Global Unity kembali terbangun dari tidur mereka yang panjang, kali ini mereka mempersembahkan karya terbaru mereka yang membuat mata kalian terbelalak dan gendang telinga kalian pecah.
Line-up terbaru Global Unity kini diisi oleh Mario pada guitar, Abdie pada vocal, Ilham ‘Jeune’ pada posisi drum, Abo di guitar, dan terakhir Rangga pada bass. Beda line-up beda pula komposisi musik yang mereka tawarkan, Global Unity mencampur-adukan komposisi yang terdiri dari musik metal era tahun 80/90an dibalut dengan riff-riff guitar lebih melodies dan solid dengan ketukan drum yang aggressive dikemas dengan nuansa yang sangat modern. Ini terbukti dari 2 single terbaru mereka yang telah rilis yaitu “Pendosa”, dan “Konflik”.
Dari ke 2 single ini kalian dapat merasakan perbedaan musik Global Unity yang dulu dan yang sekarang, lebih aggressive dan groovy tentunya. Hell Yeaah!!
Untuk informasi dan bagi para metalhead yang ingin mengenal lebih dekat serta mendengarkan demo lagu Global Unity terbaru bisa langsung mengakses myspace Global Unity di myspace.com/globalunitymetal.

INFAMY NEW FULL-LENGTH ALBUM “HETREMONIAL”


Infamy akan segera mengeluarkan full-length album ke 2 mereka bersama Xenophobic Records label asal Australia. Album ke 2 mereka yang berjudul “Hetremonial” ini akan segera rilis dalam waktu dekat ini, dengan materi album yang lebih aggressive dari album mereka sebelumnya.
Kita tunggu saja gebrakan terbaru dari mereka.

BUKA PUASA BERSAMA SEKALIGUS GATHERING ROI (REBELLION OF IDEALIST) RADIO

at Black Coffee, Bandung. 3 September 2010
Pic by. Iwan Darmawan & megalauman


Perkembangan scene indie di kota Bandung ini ternyata sangat banyak diwarnai hal-hal yang sangat beragam dan banyak sekali terobosan-terobosan yang menarik, salah satu contohnya adalah terbentuknya sebuah wadah kreatifitas pergerakan scene indie di kota Bandung ini dalam bentuk radio streaming online. Yup betul sekali, RoI radio bisa dibilang satu-satunya web based radio yang merupakan afiliasi dari non-profit-music-sharing-blog bernama Rebellion of Idealist! yang terbentuk di kota Bandung ini. Sebuah gagasan yang cerdas dengan memutarkan lagu-lagu yang diseleksi sendiri oleh mereka tanpa melihat batas genre dan komunitas.





Acara gathering ini dimulai sekitar pukul stengah 5 sore, diisi dengan berbagai acara seperti diantaranya talkshow antara MC dengan pendiri RoI Radio dan sesi performance set acoustic dari band-band yang tampil dengan cara dipilih secara acak oleh panitia, diantaranya Gregory Raincoat, Kelab Baca Trio Angkasa, Mario Panji, For Revenge, Echolight, Haybomb, dan terakhir Vickyvette.



Acara ini ditutup dengan jamming session dari para personil band yang dipilh secara acak oleh panitia dan ditodong untuk memainkan satu sampai dua buah lagu. Tidak terasa acara ini pun berakhir sampai pukul stengah 10 malam. [megalauman]

Tuesday, September 14, 2010

Gentle Electric Kids “Strong Than Before!!”


Gentle Electric Kids atau disingkat Gekids berawal dari keinginan tiga anak muda yang mempunyai kesamaan visi dan misi dalam bermusik. Terbentuk sekitar tahun 2003 lalu dengan nama awal Tune Squad dalam formasi Tole (guitar/voc) Sonny (bass/voc), Dicky (drum). Ketika itu musik mereka ter-influence dari band-band seperti Blink-182 dan MxPx. Namun nama dan formasi itu hanya dapat bertahan sekitar 1 tahun, mereka beranggapan bahawa dengan nama Tune Squad kurang membawa hoki, inilah alasan dasar mereka mengganti nama band mereka menjadi Gentle Electric Kids dengan pertimbangan untuk membuat image baru yang lebih fresh. Akhir tahun 2004, mereka menambah 2 (dua) personel baru yaitu Imunx dan Ubhet. Sehingga terciptalah Gentle Electric Kids dengan formasi Ubhet (Lead Vocal), Tole (Guitar/Back.Vocal), Imunx (Guitar/Back Vocal), Sonny (Bass/Back Vocal), dan Dicky (Drums).
Influence music mereka pun semakin bertambah seiring perubahan line up dalam tubuh Gentle Electric Kids, sebut saja-saja band-band seperti Not Available, NOFX, MxPx, No Use For A Name, Lagwagon, sampai band-band 90’s seperti The Cure, Morrisey, Radiohead, dan Oasis.
Setelah malang melintang di gigs-gis local di kota Bandung, akhirnya Gentle Electric Kids memiliki percaya diri untuk mengeluarkan debut album E.P yang berjudul “Begin With This” yang dirilis oleh Crash Bandit Records. E.P. Mini album yang berisikan 6 track lagu original dari Gentle Electric Kids ini menyuguhkan suatu konsep music Pop-Punk yang easy listening, lirik-lirik dalam E.P ini kebanyakan bercerita tentang curhatan pribadi dari para personil Gentle Electric Kids dan juga mengangkat tema sosialitas. Single yang diambil dalam E.P ini adalah “Menanti”, dengan kualitas sound yang cukup baik ditambah harmonisasi cord yang cepat menjadikan lagu-lagu dalam album ini sangat nyaman untuk dinikmati kapan saja dan di mana saja.

About Me

My photo
Social Scenedicate, is a media who want to contribute to the movement of the independent scene "so called Undergorund" in the homeland, and the city of Bandung in particular. There is no special pattern within the body Social Scendicate, but we try very hard to provide as complete information to a wide audience for our information can be spread evenly.